Selasa, 04 Desember 2018

Duniawi Kini

Alaf.

Sebermulanya kisah di alaf baru . Alaf moden . Ketulusan harapan punah erti ,Pupus budi . Peradaban kini tidak lagi bahari . Namun itu lumrah yg hakiki .

Kaus dikemas , rambut disisip,dirapi, Kau berdua lemas dalam pekat malam, Berkendak tanpa hiraukan hukum hakam . Nafsu dibuak-buak oleh yang direjam

Lagaknya tidak takut tuhan, Malah takut akan pelebaya . Sedangkan Allah itu yg Maha besar . .
Mana pergi tanggungjawabmu .
Gentar mendatang seribu sesalan .

-hifdzuliman_-

Nukilan Nurani

Dia Yang Tiada Ganti

Ibu ...
Masih terngiang suara manja mu memanggilku .
Terngiang jua suara amarahmu
mendidikku.

Ibu ......
Jika perasaan takut risau menyelubungiku
. Kau setia menemani sembari kata "Iman,mak kan ada ni".

Ibu .......
Tidak terhitung kasih sayang cintamu yg telah disemai padaku, Apatah lagi hitungan lagu merdu yg didendangkan padaku demi lelapanku

Ibu....
Kau manusia istimewa . Lupakan masalahmu dukamu, Selesaikan masalah orang lain, Adakah itu wajar?.

Ibu .
Pengorbananmu akan ku kenang ibu, Meski ia tidak dapat dibalas olehku . Sungguh tak mampu . Tidak kuat diri ini mengenangkan smuanya .

Ibu .
Kini kau tiada lagi disisi .
Sekujur badanmu membuat badan yg gagah ini menitiskan air mata di hari pemergianmu buat selama-lamanya,
Air mata ini yg menitis tidak lagi diusap mesra dengan tangan lembutmu ibu . Tiada lagi pelukan hangat, Ciuman dahi pembakar semangat. Tiada. Tiada lagi ..

Ibu .
Kini ku gendong lembaran selaksa kenangan suka duka pahit manis bersamaku . Wajah mu menjadi tirai yg dibuka hari hariku .

Ibu .
Smoga dikau tenang bersemadi disana . Hati ini tidak pernah jemu merindukanmu . Tatkala tidur malamku gelisah mengenangmu . Diwaktu airmata tidak terhenti mengenang senyum manismu .😭 Indah tawamu😞

Ikhlas dari anakandamu . -Hifdzul Iman-
(hifdzuliman_)